Rekomendasi Kebijakan untuk Melibatkan MSM+ dalam Program Pencegahan HIV – APCOM

Dear Temans Jaringan GWL-INA,
Berikut saya forwardkan postingan tentang sebuah kebijakan baru yang di sarankan oleh APCOM (Asia Pacific Coalition on Male Sexual Health. Postinga dalam bahasa Inggris namun saya akan mencoba untuk menterjemahkannya agar bisa dipahami lebih jauh lagi oleh teman-teman semua. Berikut adalah intisari dari postingan tersebut:

Bangkok, Senin 16 July 2010 – APCOM atau Asia Pacific Coalition on Male Sexual Health telah meluncurkan sebuah kebijakan rekomendasi penting dengan judul “MORE THAN VIRUS: HIV PREVENTION AND MEN WHO HAVE SEX WITH MEN LIVING WITH HIV” dimana kebijakan ini disampiakan pada saat perhelatan akbar konferensi Internatioan AIDS di Washinton DC.

Rekomendasi yang disampaikan berupa panduan dan peleksanaan didalam mengatasi 3 kunci area didalam keterwakilan isu penting bagi MSM dan PLHIV didalam program pencegahan.
MSM+ BERHAK UNTUK SEHAT dan MENDAPATKAN KEPUASAN DIDALAM KEHIDUPAN SEKSUALNYA. Programn-program pencegahan harus dapat memberikan kesempatan didalam melakukan eksplorasi dan diskusi terkait hal ini dengan melihat dari sudut pandang MSM yang hidup dengan HIV
MSM+ MEMPUNYAI PERAN PENTING DIDALAM MELINDUNGI KOMUNITAS LAINNYA. Hal ini merupakan suatu hal dalam berbagi tanggung jawab dan bukan hanya sebuah hal yang harus ditanggung oleh MSM_ sendiri, terutama kebanyak dari MSM+ masih banyak yang belum mengetahui bahwa mereka telah terinfeksi HIV.
MSM+ PERLU DILIBATKAN DENGAN LEBIH BERARTI DIDALAM DISKUSI_DISKUSI TERKAIT PENCEGAHAN HIV. Agar hal ini dapat terjadi, MSM+ harus merasa aman bahwa mereka tidak akan berhadapan dengan diskriminasi atau di stigmatisasi oleh masyarakat dan organisasi yang telah berkomitment didalam memberikan dukungan kepada mereka.
“Menurut saya, Kebijakan ini akan dapat dijadikan bahan perdebatan dan diskusi dalam sektor AIDS tentang Perawatan sebagai sebuah pencegahan, terutama pada saat perhelatan akbar konferensi AIDS Internasioanl di Washinton DC nanti” kata Midgnight Poonkasetwattana, APCOM Execitive Director. Midnight juga menambahkan ” Transmisi HIV harus selalu ditujukan kedalam ukuran layanan kesehatan yang berdasarkan dengan bukti-bukti nyata dan menghargai hak asasi manusia dari setiap individu dan bukan hanya sekedar dari sebuah sangsi tindakan kriminal semata”

Anjuran kebijakan ini merupakan sebuah hasil kerja kolaborasi antara Institute of Development Studies (IDS) Knowlegde Service dan Asia Pacific Network of People Living with HIV (APN+). yang mempelajari penerapan “best practise” saat ini dan panduan bagi MSM program di Asia Pacific, dan memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih spesifik didalam memastikan agar bertemunya kebutuhan dari Pencegahan HIV MSM+

Mungkin hal yang paling penting, hal ini menegaskan bahwa program-preogram pencegahan HIV seringkali dilupakan dalam spektrum yang lebih besar dari kebutuhan kebutuhan pencegahan dari MSM yang hidup dengan HIV. kebijakan ini menganjurkan bahwa sudah waktunya untuk berganti pemikiran dari kerangka keraj “faktor-faktor transmisi” kedalam kerangka kerja untuk “berbagi tanggung jawab yang mencakupi lebih luas lagi pandangan dari pentingnya peran yang harus dimainkan oleh MSM+ dalam program Pencegahan.
Demikian Informasi ini saya sampaikan kepada teman-teman, dan jika melihat dari anjuran kebijakan yang diusulkan memang keterlibatan MSM+ sudah waktunya untuk dilibatkan dengan penuh khususnya dalam program-program pencegahan

Salam
Harry Prabowo
National Program Manager of GWL-INA Network

Leave a comment

Your email address will not be published.