Polisi Tidak Masalah Film Soal Gay Asal Bukan Pornografi

Selasa, 28/09/2010 16:05 WIB

E Mei Amelia R – detikNews

Jakarta – Polisi meminta massa FPI menahan diri untuk tidak bertindak anarkis atas berlangsungnya Q! Film Festival, festival film bertema gay dan lesbian. Jangan main larang jika tidak memahami konten dari acara tersebut.

“Kalau ada konten pornografi, ini dilarang. Tapi kalau cuma bagaimana keseharian seorang gay atau homoseksual, apa perlu itu dilarang? Saya kira itu tidak masalah,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar di Polda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (28/9/2010).

Menurut Boy, massa FPI tentu boleh berunjuk rasa. Namun kekerasan harus dihindari.

“Aksi boleh mengerahkan massa, mau kecil, besar, perorangan atau kelompok. Tapi, harus tetap dalam koridor hukum,” kata Boy.

Terkait dengan soal perizinan, Boy pun mengatakan tidak semua hal harus meminta izin kepolisian. “Tidak semua harus minta izin kepolisian, tapi saya nggak bilang kalau itu nggak ada izin. Kita sedang koordinasi dengan pihak terkait,” jelasnya.

Boy pun meminta agar kedua pihak agar bisa hidup saling berdampingan dan saling menerima perbedaan. Jangan langsung menghakimi pihak lain tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

“Kita belum tahu filmnya ini seperti apa. Di dalam kayak bagaimana kita belum tahu,” kata Boy.

Dia  memastikan polisi sudah mengantisipasi keamanan di sejumlah lokasi pemutaran film. Q! Film Festival memakai 12 tempat di Jakarta antara lain, Pusat Kebudayaan Prancis, Goethe Institut dan, Erasmus Huis.

“Polisi sudah punya prosedur untuk mengamankan unjuk rasa,” kata Boy.
(mei/fay) 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *