Peserta ALAF Magang di AFAO

Selamat siang teman-teman semua…
Dimulai hari selasa kemarin kami peserta ALAF melakukan kegiatan magang di beberapa organisasi terkait dengan program HIV untuk komunitas MSM di Australia. Kebetulan bersama dua teman peserta yang lain, saya berkesempatan magang di AFAO.
Dari pagi tadi kami melakukan diskusi dengan beberapa staf ANET terkait dengan strategi kampanye untuk program pencegahan HIV dan STI bagi komunitas Gay di Australia, dimana mereka mempunyai kampanye strategi untuk skala nasional yang diberi nama The Drama Downunder. The Drama Downunder merupakan sebuah website yang berisikan tentang informasi seputar HIV dan STI, baik berupa informasi dasar tentang HIV dan IMS, jenis2nya, sampai terkait dengan layanan klinik yang bisa diakses bagi komunitas Gay dan MSM disini, awalnya sepertinya simpel seperti dengan website-website yang ada di Indonesia. Yang membuat takjub adalah, bahwa strategi promosi yang dikemas untuk mempromosikan website tersebut dilakukan secara besar-besaran dalam skala nasional, melalui media promosi publik (baliho, banner, poster) yang ditempatkan ditempat-tempat umum dan bisa dilihat semua orang, tetapi tanpa memunculkan kesan promosi tersebut dikhususkan bagi komunitas Gay. Walaupun didalam media promosi tersebut terpampang gambar cowok yang hanya pake celana dalam putih saja (iconnya dikasih nama “Ben”), dari evaluasi kampanye yang dilakukan justru banyak masuk komentar dr orang awan kampanye yang dilakukan terkesan lucu, mengandung muatan humor jauh dari kesan vulgar. Kampanye ini dianggap sebagai program berhasil dilakukan oleh AFAO dan NAPWA, dimulai pada tahun 2006 dan sekarang sudah akan memasuki phase 3.

Tetapi kemudian tidak heran jika melihat keberhasilan mereka dalam mengemas dan melakukan sebuah kampanye, AFAO dan NAPWA melalui ANET melalui proses yang panjang sebelum meluncurkan sebuah kampanye yang ditujukan bagi komunitas MSM atau PLHIV (untuk tema dan isu apapun yang ingin diangkat), dari pengumpulan data dan analisa hasil riset, mengembangkan hasil analisa riset tersebut dalam sebuah rencana kampanye, konsultasi dengan komunitas MSM dan PLHIV di Oz melalui perwakilan organisasi yang menjadi anggota AFAO dan NAPWA sampai dengan disetujuinya kampanye yang akan dikembangkan oleh pemerintah setempat (pesertujuan misalnya dari Kementerian Kesehatan Australia) dan mendapatkan feedback sebelum kemudian diluncurkan menjadi sebuah program Nasional (ada beberapa tahapan yang tidak tersebutkan disini karena terlalu panjang), proses yang sangat panjang ini bisa menghabiskan waktu 2-3 tahun, dan dianggap menjadi sebuah keberuntungan jika proses yang dilalui hanya memakan waktu setahun. Tapi hasilnya akhirnya akan didapatkan sebuah strategi media kampanye yang dianggap pas dan tepat sasaran. Dan pastinya dukungan pendanaan untuk membuat sebuah strategi kampanye disini sangat kuat, dan pemerintah juga memberikan dukungan sepenuhnya.

Bagi yang tertarik untuk mengakes The Drama Downunder, berikut alamat situsnya www.thedramadownunder.info

Kami juga mendiskusikan terkait dengan strategi kampanye lainnya, misal untuk PLHIV dan mengurangi stigma diskriminasi bagi positive people.

(Dilaporkan oleh Pipiet Laksmono)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *