Pertemuan Technical Working Group AIDS dengan Organisasi Masyarakat Sipil di Bandung

Tanggal 28 November – 01 Desember 2010 tepatnya di Galery Ciumbuleuit Hotel, Bandung, Country Coordinating Mechanism (CCM) atas dukungan anggaran dari KemenKes Anggaran tahun 2010, memfasilitasi “Pertemuan Technical Working Group (TWG) AIDS dengan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS/CSO)”, dalam rangka persiapan penyusunan dan pengembangan Proposal HIV Ronde 11 dukungan dana Global Fund yang berfokus pada Penguatan Sistem Komunitas.

Tujuan kegiatan ini yaitu :
1. Adanya masukan yang diperlukan untuk bahan penyusunan proposal Ronde 11
2. Diketahuinya situasi dan kondisi OMS/CSO dalam mendukung upaya Pencegahan
    HIV/AIDS
3. Diidentifikasinya OMS/CSO yang dapat mendukung penyusunan Proposal Ronde 11.

Kegiatan ini dihadiri oleh :
1. Tim Pusat   : Anggota TWG AIDS (berjumlah 8 orang), CSS Team of Round 11 proposal
    development (berjumlah 6 orang, termasuk Mas Harry), Secretariat CCM Indonesia
    (berjumlah 9 orang) dan KemenKes RI (berjumlah 2 orang)
2. Tim Daerah : Wakil dari OMS daerah Jawa Barat, berjumlah sekitar 28 orang. Termasuk
    perwakilan lembaga GWL, Himpunan Abiasa (yang diwakili oleh Saya sendiri) dan
    Srikandi Pasundan (yang diwakili oleh Sdri.Selva)

Adapun proses Kegiatan :
Hari 1 :
-Pembukaan dan perkenalan semua peserta

Hari 2 :
-Presentasi mengenai Global Fund, CCM, PR dan SSR. dilanjut dengan diskusi.
-Jadwal Penyusunan Proposal Ronde 11 HIV, dilanjut dengan diskusi
-Pilar Penguatan Sistem Komunitas, dilanjut dengan diskusi
-Kesimpulan

Hari 3 :
– Diskusi Kelompok : Analisa Situasi OMS dalam pencegahan dan perawatan HIV (Pilar 1
  -6 )
– Diskusi kelompok : Rekomendasi untuk CSS (yang dibagi menjadi 3 kelompok)
  Kelompok 1 : termasuk saya didalamnya mendiskusikan Pilar 1 dan 2
  Kelompok 2 : termasuk Sdri.Selva di dalamnya mendiskusikan Pilar 3 dan 5
  Kelompok 3 ; mendiskusikan Pilar 4 dan 6

Adapun isi 6 Pilar tersebut diantaranya :
1. Lingkungan yang mendukung dan Advokasi
2. Jaringan masyarakat, keterkaitan, kemitraan dan koordinasi
3. Sumberdaya  dan penguatan kapasitas
4. Kegiatan masyarakat dan penyedia layanan
5. Penguatan organisasi dan kepemimpinan
6. Monitoring, evalusi dan perencanaan.

Rekomendasi dalam diskusi :
1.Adanya evaluasi dan pelibatan pembuatan kebijakan yang berlaku di setiap KPAK,
  mengingat proses perekrutan PO GWL yang begitu banyak kendala karena dibenturkan
  dengan kebijakan yang berlaku di KPAK.
2.Evaluasi peran dan fungsi KPAK
3.Penguatan SDM KPAK terkait isu dan karakteristik Populasi Kunci
4.Dilakukannya mapping layanan yang ada (jumlah layanan yang konfrehensif, fasilatas
  dan sarana terkait anus copy, pengobatan terkait pengobatan untuk spilis dan jengger   
  ayam, adm, jarak dan SDM layanan yang ramah GWL)
5.Identifikasi jumlah konselor yang ada apakah memadai atau tidak, diharapkan adanya
   penambahan konselor berbasis Populasi Kunci ataupun konselor yag faham isu dan
   ramah GWL
6.Adanya pelibatan OMS dalam monitoring, evaluasi dan perencanaan, agar ada
   transparansi dan pemahaman program yang dilakukan dari dukungan dana GF.
7.Diperhatikannya kebutuhan kondom dan pelicin, baik persediaan maupun proses
   pendistribusian dan mekanisme pelaporannya
8.Adanya persamaan pemahaman persepsi tentang “Program Nasional Dukungan Dana
  Global Fund / GF”, mengingat selama ini persepsinya masih program ini adalah “Program
  GF”.

(dilaporkan oleh Ronni – Koordinator GWL-INA wilayah Jawa)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *